Ramadan menjadi momentum strategis bagi Bawaslu Enrekang untuk merajut kolaborasi dan memperkokoh integritas melalui Ngabuburit Pengawasan.
|
Bawaslu Enrekang menyelenggarakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan secara langsung di Kantor Bawaslu Enrekang pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan yang dikemas dalam suasana Ramadan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan sekaligus pendekatan religius dalam membangun kesadaran pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Enrekang Hamdan Hidayat, menyampaikan bahwa Ngabuburit Pengawasan dirancang sebagai ruang dialog yang memadukan nilai keagamaan dengan semangat demokrasi. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas kepemiluan.
“Ramadan mengajarkan kita tentang pengendalian diri, kejujuran, dan konsistensi antara ucapan dan tindakan. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi fondasi dalam menjalankan fungsi pengawasan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pada masa non-tahapan pemilu, penguatan kapasitas dan soliditas kelembagaan menjadi fokus utama. Dalam konteks tersebut, partisipasi masyarakat melalui pengawasan partisipatif sangat dibutuhkan guna memastikan kualitas demokrasi ke depan semakin baik.
Kegiatan ini turut menghadirkan anggota Saka Adhyasta Pemilu, alumni P2P (Pelatihan Pengawasan Partisipatif), serta perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi dan kolaborasi antarpenyelenggara serta masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustad Abdullah, S.Pd., M.Pd.I. Dalam kultumnya, ia mengajak peserta menjadikan Ramadan sebagai madrasah pembelajaran untuk memperkuat moralitas dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa integritas bukan hanya sebatas kata, tetapi harus tercermin dalam setiap tindakan dan pertanggungjawaban kerja.
Menurutnya, prinsip keadilan harus menjadi landasan utama dalam demokrasi. Dengan berpegang pada nilai-nilai Ramadan, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam proses kepemiluan mampu menjaga amanah serta menghadirkan pemilu yang jujur, adil, dan terpercaya.