Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Enrekang Perkuat Kelembagaan, Dorong Literasi Politik dan Pengawasan Demokrasi

haslipa, try sutrin, hamdan hidayat

Enrekang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Enrekang menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan di Villa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Sabtu (23/8/2025).

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli, Anggota Bawaslu Sulsel Saiful Jihad, Tenaga Ahli Komisi II DPR RI Fraksi Golkar Hasruddin Pagajang, Plt Sekda Enrekang Zulkarnaen Kara, unsur Forkopimda, Ketua KPU Enrekang, perwakilan OPD, partai politik, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Bawaslu Enrekang, Hamdan Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kelembagaan pengawasan pemilu agar Bawaslu mampu menghadirkan demokrasi yang lebih berkualitas dan berintegritas.

Dalam sambutannya, Zulkarnaen Kara menyoroti fenomena pelanggaran demokrasi yang semakin sering terjadi di tingkat masyarakat, terutama praktik politik uang menjelang pemilu.

“Kita melihat banyak pelanggaran justru dilakukan di akar rumput, seperti politik uang dan pembagian sembako. Literasi politik harus terus ditingkatkan supaya masyarakat memahami bahwa menerima sogokan akan membawa dampak panjang hingga lima tahun ke depan,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Hasruddin Pagajang yang menegaskan pentingnya Bawaslu sebagai pilar demokrasi sekaligus lembaga pengawas pemilu yang terpercaya.

“Kelembagaan Bawaslu harus terus diperkuat agar pelaksanaan pengawasan pemilu berjalan efektif, efisien, dan tetap dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Saiful Jihad selaku Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Sulsel. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa Bawaslu memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas politik sekaligus memastikan legitimasi kepemimpinan hasil pemilu.

“Bawaslu hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban politik, tetapi juga untuk memastikan hasil pemilu memiliki legitimasi yang kuat,” tegas Saiful Jihad.

Menambahkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu juga menjadi hal penting untuk memaksimalkan kinerja Bawaslu di masa mendatang.

“Bawaslu harus diperkuat secara struktur, kelembagaan, dan kewenangan agar semakin siap menghadapi tantangan pengawasan pemilu ke depan,” tutupnya.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber, yakni, Faisal Amir, Muh. Hamka S., dan Uli Nuha. Diskusi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi hasil pengawasan, pelaksanaan tahapan pemilu, serta memperkuat sistem pengawasan yang independen demi terwujudnya demokrasi yang sehat dan berkeadilan.

jusman